Home / Info / Laporan Kinerja STFI 2014-2015

Laporan Kinerja STFI 2014-2015

PRAKATA

Laporan Kinerja ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung dalam memberikan informasi khususnya terkait hasil pelaksanaan program TRIDHARMA Perguruan Tinggi, serta kegiatan lain STFI selama tahun akademik 2014/2015.

Tahun 2014 merupakan tahun pertama pergantian pimpinan di STFI untuk periode empat tahun mendatang. Sejalan dengan beberapa kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan Nasional serta kebijakan di era transisi dengan terbentuknya Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi di kabinet baru, STFI tetap konsisten dengan penyelenggaraan program Tridharma dengan berbagai penyempurnaannya sesuai dengan perubahan lingkungan strategis.

Laporan ini menampilkan latar belakang, pandangan umum dan realisasi hasil yang telah diperoleh selama kurun waktu satu tahun akademik 2014/2015.

Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Strategis dan Rencana Operasional yang dicanangkan, namun masih ada beberapa hal yang perlu dikembangkan dan disempurnakan. Dukungan dan koordinasi, baik internal maupun eksternal, dengan para stakeholder dan masyarakat pengguna sangat memotivasi, khususnya untuk memacu penyelenggaraan program Tridharma di STFI ke arah yang lebih baik.

Selain informasi terkait kinerja, laporan ini juga dilengkapi dengan informasi mengenai sumberdaya STFI.

Diharapkan laporan ini dapat menjadi sarana untuk mendapatkan masukan bagi peningkatan kinerja STFI ke depan.

Semoga Allah selalu memberikan rakhmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Amien.

Bandung, Agustus 2015

Ketua STFI,

A.Hanafiah Ws.,-

 

BAB I. PENDAHULUAN

1. DASAR HUKUM

Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI-Bandung), didirikan pada tanggal 17 Januari tahun 2000 dan mendapatkan legalitas penyelenggaraan Program Studi S1 Farmasi berdasarkan surat ketetapan Mendiknas RI No.140/D/0/2001 tanggal 2 Agustus 2001. Ijin Penyelenggaraan Program Studi ini kemudian diperpanjang atas dasar Surat Keputusan Izin Operasional Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 4819/D/T/2008 tertanggal 31 Desember 2008 dan Nomor 14722/D/T/K-IV/2013 tertanggal 20 Februari 2013.

2. KEDUDUKAN

Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah lembaga penyelenggara pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sekaligus bertindak sebagai agen perubahan, berada di bawah naungan Yayasan Hazanah, memiliki cita-cita luhur dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi mandiri, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia yang berkedudukan di Bandung, merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, bertugas untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan, kecakapan, dan keterampilan dalam mengembangkan dan menyebar-luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengusahakan pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara. STFI dipimpin oleh seorang Ketua, dan dalam menyelenggarakan program pendidikannya, dikoordinasikan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV, Jabar-Banten.

3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia sebagai lembaga pendidikan tinggi, dan merupakan bagian dari masyarakat ilmiah yang universal, mengemban tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan pembangunan lokal, regional, nasional maupun internasional.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, STATUTA Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia yang telah disesuaikan dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembaharuan peraturan perundangan, berfungsi sebagai pedoman dasar untuk melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, dan rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik, serta prosedur operasional.

1. Tugas pokok Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesi dalam bidang ilmu dan teknologi kefarmasian.

2. Untuk menyelenggarakan tugas pokok seperti tersebut, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia mempunyai fungsi:

a. Melaksanakan dan mengembangkan program pendidikan tinggi.

b. Melaksanakan penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian.

c. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

d. Melaksanakan pembinaan civitas akademika.

4. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi disusun berlandaskan pada Statuta STFI 0437.a/JHZ/SK-KP/IX/2012, sebagai berikut:

image 

5. SUMBER DAYA MANUSIA

Berdasarkan data kepegawaian menjelang akhir tahun akademik 2014/2015, STFI memiliki 51 orang karyawan dengan atatus sebagai pegawai tetap Yayasan Hazanah bekerja penuh waktu, terdiri dari 26 tenaga “dosen tetap”, dan 25 tenaga administrasi dan kependidikan.

Secara garis besar, tingkat pendidikan formal pegawai STFI bervariasi mulai dari tingkat SLTP hingga S3 seperti digambarkan sebagai berikut:

PROFIL SDM SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA

[tertanggal 31 Desember 2014, berdasar SK Yayasan]

       
  clip_image005

Total Pegawai
51

clip_image006
  clip_image007   clip_image008

 

Bidang Kegiatan

Gol.Kepangkatan

Kelompok Usia

Dosen

20

IV

6

< 25

5

Administrasi

13

III

27

26-35

24

Asisten

8

II

18

36-40

8

Teknisi/Analis

4

I

41-50

8

Pengamanan

3

>50

6

Kebersihan

3

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan keahlian, terutama bagi para dosen, diarahkan untuk meniti karir melalui jenjang fungsional, sedangkan bagi mereka yang masih berijazah S1 sesuai dengan kompetensi kefarmasian didorong untuk segera menyelesaikan program S2-nya. Saat ini tercatat 6 orang yang sedang mengikuti program S2 di ITB dan UNPAD, dan 3 staf dosen yang mengambil program doktor-nya di ITB. Untuk tenaga kependidikan dan penunjang, dimotivasi untuk meningkatkan kualitas dan frekuensi mengikuti berbagai pelatihan sesuai dengan bidang terkait.

 

6. FASILITAS UTAMA DAN PENUNJANG

Fasilitas Utama

STFI berdiri di atas di atas lahan milik sendiri dengan luas lahan saat ini sekitar 3000m2 , dan memiliki 2 gedung utama, masing-masing berlantai 4 yang difungsikan untuk proses belajar mengajar, perkuliahan dan praktikum, serta sarana kegiatan olah-raga dan perparkiran.

 

Fasilitas Penunjang

Untuk berfungsinya fasilitas utama, tersedia berbagai fasilitas penunjang berupa ruang administrasi, 4 ruang kuliah utama, ruang perpustakaan, ruang komputasi mahasiswa, laboratorium untuk kegiatan praktikum farmasetika, biologi bahan alam, farmakologi, mikrobiologi, steril, laboratorium untuk tugas akhir, dan ruang instrument dengan peralatan utama a.l. HPLC, UV-Vis. Spektrofotometer, dan FTIR .

Dengan meningkatnya kemajuan teknologi dan kegiatan penelitian para dosen, ketersediaan fasilitas penunjang masih perlu dilengkapi. STFI berkomitmen untuk menyelenggarakan program Tridharma-nya dengan sungguh-sungguh. Karena itu, revitalisasi berbagai fasilitas dan peralatan sangat perlu mendapatkan perhatian.

 

7. SUMBER DAYA KEUANGAN

Sumber daya keuangan merupakan faktor yang menentukan pelaksanaan tugas dan fungsi guna merealisasikan tujuan dan sasaran organisasi. Jumlah RAB tahun akademik 2014/2015 sebesar Rp.4.150.934.436,- dengan realisasi sebesar Rp.4.025.497.923,- atau ±97% serapan.

Ketersediaan anggaran yang memadai untuk melaksanakan program/kegiatan Tridharma, serta pengadaan/pemeliharaan fasilitas utama dan penunjangnya agar tetap dapat dioperasikan dengan baik, tepat sasaran, tepat guna dan berhasil guna, sangat diperlukan. Permasalahan yang dihadapi adalah harga-harga bahan dan peralatan yang mengalami peningkatan yang sangat tinggi, faktor aging, dan maintenance yang membutuhkan keahlian khusus.

 

 

BAB II. RENCANA STRATEGIS STFI 2014/2015

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan bangsa. Melalui fungsi transformasi sumberdaya manusia, iptek dan sosial, perguruan tinggi menempati posisi yang strategis dalam perubahan kondisi dan status kehidupan masyarakat. Perkembangan yang begitu pesat dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya sebagai dampak pembangunan dan globalisasi terutama dengan Masyarakat Ekonomi Asean, menuntut kesiapan sumberdaya manusia untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul kemudian.

Dengan cara pandang demikian, lembaga pendidikan harus selalu memantau dan mengantisipasi perubahan faktor lingkungan, baik internal maupun eksternal, dan merencanakan langkah tindak yang strategis, sehingga mampu tetap hidup, tumbuh dan berkembang dengan meningkatkan daya saing berkelanjutan.

Hingga tahun akademik 2014/2015 hampir 500 alumnus telah dihasilkan STFI. Keberhasilan ini merupakan nilai tambah tersendiri apalagi rata-rata lulusan menyelesaikan program studinya tepat waktu dan terserap di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Namun demikian, jumlah kelulusan ini belum cukup untuk dijadikan indikator keberterimaan STFI di masyarakat luas. Daya saing tidak hanya ditentukan oleh jumlah kelulusan, namun sangat tergantung pada keunggulan kompetitif terutama dalam penguasaan bidang keilmuan yang dimilikinya yang ditunjukkan oleh kualitas dan kompetensinya. Ke semua itu bersumber dari hasil binaan program studi selama alumnus menekuni proses pendidikannya, dan jika hal ini dapat dijaga dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, akan membentuk suatu brand image, yang pada gilirannya akan meningkatkan minat dan penerimaan masyarakat terhadap lulusan dan keberadaan STFI.

Konsekuensi yang dihadapi tentu saja sangat terkait dengan penataan kelembagaan internal, misalnya dengan peningkatan program penjaminan mutu dalam berbagai aspek, akuntabilitas, penguatan SDM, peningkatan sarana dan prasarana, hasil penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat dll.

 

1. VISI

Untuk memotivasi agar Tridharma Perguruan Tinggi dapat terselenggara dengan baik dan dilaksanakan sungguh-sungguh terutama dilatar-belakangi dengan sumberdaya yang dimiliki saat ini, STFI pada tahun akademik 2014/2015, merumuskan visi:

Menjadi Acuan Perguruan Tinggi Farmasi Swasta di Jawa Barat

pada tahun 2020

Dalam visi tersebut tersurat 2 kata kunci, yaitu “acuan” dan “Jawa Barat”. Kata kunci “acuan” menyemangati seluruh civitas academica STFI agar berupaya dengan sungguh-sungguh menyediakan berbagai sarana dan prasarana terbaik untuk melaksanakan kegiatan Tridharma-nya, termasuk segala sumberdaya yang dipersyaratkan, sedangkan kata kunci “Jawa Barat” menunjukkan lingkup daerah sasaran dimana pada tahun 2020 STFI dapat dijadikan acuan program pendidikan strata-1 farmasi, khususnya bagi PT Farmasi swasta.

2. MISI

Dalam pencapaian Visi tersebut, fokus kegiatan tidak terlepas dari peningkatan penyelenggaraan Tridharma dan penguatan kelembagaan, karena itu misi yang ditetapkan STFI adalah sbb.:

1. Melaksanakan program pendidikan secara profesional untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengaplikasikan dan mengembangkan ilmunya dengan

berorientasi pada kebutuhan pengguna, berlandaskan pada etika profesi, serta kepentingan kemanusiaan.

2. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dapat memberikan kontribusi bermanfaat bagi dunia kesehatan, khususnya dalam lingkup ilmu kefarmasian.

3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan, khususnya bidang ilmu kefarmasian.

4. Memperkuat jejaring kerjasama dengan Perguruan Tinggi lain, lembaga pemerintah ataupun swasta di dalam maupun luar negeri.

5. Revitalisasi prasarana dan sarana penyelenggaraan program pendidikan

 

3. TUJUAN

Tujuan strategis STFI adalah:

· Mewujudkan proses pembelajaran berkualitas dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat (stakeholders) di bidang kesehatan, khususnya bidang farmasi.

· Mewujudkan sistem pembelajaran yang kondusif, profesional, komunikatif, dan transparan untuk menghasilkan kreativitas keilmuan pendidik dan para peserta didik.

· Meningkatkan mutu dan hasil penelitian/pengembangan dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) farmasi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

· Meningkatkan mutu dan jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

· Meningkatkan jejaring kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai lembaga pemerintah/swasta di dalam maupun luar negeri.

· Pemenuhan dan peningkatan standard sarana dan prasarana yang dipersyaratkan.

 

4. SASARAN

Sasaran Bidang Pendidikan:

· Terlaksananya proses belajar-mengajar yang bermutu, sesuai dengan standard yang ditetapkan.

· Meningkatnya kualitas dan kuantitas staf akademik

· Meningkatnya kualitas input, soft skills dan daya saing mahasiswa

· Tercapainya penguatan kurikulum dan proses pembelajaran yang terintegrasi dan berkualitas

· Meningkatnya jumlah mahasiswa yang mendapat pelayanan kesejahteraan.

Sasaran Bidang Penelitian dan Pengembangan:

· Meningkatnya keterlibatan jumlah dosen dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan, serta meningkatnya jumlah penelitian yang bermutu

· Meningkatnya kualitas riset, kinerja penelitian dan publikasi hasil penelitian di jurnal nasional dan internasional

· Meningkatnya hasil penelitian dosen yang mendapat hak kekayaan intelektual

 

Sasaran Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama:

· Meningkatnya jumlah dan kualitas pengabdian kepada masyarakat

· Meningkatnya pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dapat menggerakkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sasaran Bidang Kerjasama:

· Terselenggaranya kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak baik di dalam maupun luar negeri

· Meningkatnya jumlah kontrak kerjasama untuk pengembangan sekolah

Sasaran Revitalisasi / Peningkatan Sarana dan Prasarana

· Meningkatnya mutu pendidikan

· Meningkatnya mutu dan hasil penelitian

· Terciptanya suasana akademik yang kondusif

 

5. ARAH KEBIJAKAN STRATEGIS STFI

Agenda pembangunan di awal abad ke-21 mengedepankan cara pandang yang baru tentang pengetahuan. Dirumuskannya gagasan tentang Masyarakat Berbasis Pengetahuan (Knowledge Based Society; KBS) dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan (Knowledge Based Economy; KBE), mencerminkan kristalisasi upaya-upaya tersebut. Gagasan ini menekankan arti penting pengetahuan dalam sistem inovasi, bahwa daya saing ekonomi sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh teknologi sebagai faktor produksi, tetapi juga oleh pengetahuan dan kreativitas sebagai faktor inovasi.

Untuk membangun kapasitas iptek bangsa tersebut, jalur pendidikan memegang peran dominan. Dalam dunia pendidikan, proses belajar mengajar yang dicirikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, kompetensi tenaga pendidik yang profesional, kurikulum yang baik, dan keberterimaan lulusan oleh para pengguna, menjadi indikator mutu pendidikan.

Kondisi persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang demikian pesat, menjadi pemicu dan pemacu bagi lembaga dan Program Studi Strata-1 Farmasi STFI untuk melakukan perbaikan yang terus menerus.

Dalam menetapkan arah dan kebijakan strategis, STFI mengacu pada peraturan perundangan yang ditetapkan Kemendiknas yang kemudian diselaraskan dengan peraturan perundangan yang ditetapkan Kemenristek-dikti, dan selanjutnya dituangkan ke dalam rumusan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran strategis.

STFI juga berkomitmen untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang diselenggarakan dengan menerapkan tata kelola yang baik (good governance), sehingga menghasilkan sumberdaya manusia yang profesional dan kompeten di bidangnya dengan tidak mengenyampingkan aspek moral dan etika.

6. PROGRAM DAN KEGIATAN STFI TAHUN AKADEMIK 2014-2015

Lembaga pendidikan hanya dapat hidup dan berkembang apabila keluarannya dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berada dalam sistem tersebut. Dengan demikian, kelemahan harus segera diperbaiki, dan sejalan dengan itu kekuatan yang dimiliki harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

Berikut dipaparkan isu-isu strategis yang perlu mendapat prioritas dan perhatian STFI:

1. Tuntutan masyarakat agar keluaran yang dihasilkan sesuai kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), mengharuskan peningkatan kualitas lulusan

2. Keberadaan kompetitor lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program studi sejenis, mendorong persaingan penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana proses belajar mengajar, serta rekruitmen/pembinaan SDM tenaga pengajar dan tenaga kependidikan yang kompeten.

3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sistem informasi yang demikian pesat, menuntut pengalokasian dana yang cukup besar.

4. Tuntutan peraturan-perundangan serta kebijakan yang terkait dunia pendidikan, mutu proses belajar mengajar dan sumberdaya manusia, harus diantisipasi sebagai syarat penyelenggaraan pendidikan, termasuk didalamnya pemerataan dan perluasan kesempatan belajar.

Dari ke empat isu di atas, langkah tindak strategis difokuskan pada:

1. Peningkatan citra lembaga, terkait dengan penjaminan mutu, program pendidikan, mahasiswa dan lulusan.

2. Peningkatan budaya kerja dan budaya akademik.

3. Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (Dosen dan tenaga kependidikan)

4. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana, serta sistem informasi.

5. Peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

6. Peningkatan jejaring kerja dan kemitraan.

 

BAB III. HASIL KEGIATAN

Hasil kegiatan STFI dalam tahun akademik 2014/2015 diuraikan sebagai berikut:

1. Peningkatan citra lembaga, terkait dengan penjaminan mutu, program pendidikan, mahasiswa dan lulusan.

Program Penjaminan mutu, proses belajar mengajar, mahasiswa dan lulusan sering dijadikan barometer baik atau buruknya citra lembaga perguruan tinggi. Hampir 500 alumnus telah dihasilkan STFI sejak berdirinya hingga wisuda Desember tahun 2014. Keberhasilan ini merupakan nilai tambah tersendiri apalagi rata-rata lulusan menyelesaikan program studinya tepat waktu dan terserap di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Namun demikian, jumlah kelulusan ini belum cukup untuk dijadikan indikator keberterimaan STFI di masyarakat luas. Daya saing tidak hanya ditentukan oleh jumlah kelulusan, namun sangat tergantung pada keunggulan kompetitif terutama dalam penguasaan bidang keilmuan yang dimilikinya yang ditunjukkan oleh kualitas dan kompetensinya. Ke semua itu bersumber dari hasil binaan program studi selama alumnus menekuni proses pendidikannya, dan jika hal ini dapat dijaga dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, akan membentuk suatu brand image, yang pada gilirannya akan meningkatkan minat dan penerimaan masyarakat terhadap lulusan dan keberadaan STFI.

Konsekuensi yang dihadapi tentu saja sangat terkait dengan penataan kelembagaan internal, misalnya dengan peningkatan program penjaminan mutu dalam berbagai aspek, akuntabilitas, penguatan SDM, peningkatan sarana dan prasarana, program unggulan, hasil penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat dll. yang kesemuanya berdampak pada peningkatan jenjang akreditasi program studi.

Tahun Akademik 2014/2015 memasuki awal penyusunan RENSTRA baru 2015-2019. Periode tahunan ini merupakan tahun pembenahan dengan penekanan pada peningkatan program penjaminan mutu.

Berbagai dokumen kebijakan hingga prosedur teknis telah disiapkan, dan implementasi sudah mulai dilaksanakan walaupun masih memerlukan peningkatan secara berkesinambungan.

Berikut beberapa kegiatan yang cukup signifikan di tahun akademik 2014/2015:

  • Tata-pamong dan keorganisasian telah lebih tertata dan terstruktur dengan baik dilengkapi dengan sistem penjaminan mutu internal yang memadai.
  • Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, telah diupayakan untuk memenuhi dan dapat membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertangungjawab, dan adil.
  • Seluruh penyelenggaraan kegiatan dilakukan berdasarkan kebijakan yang tertuang dalam Statuta STFI 0437.a/YHZ/SK-KP/IX/2012 tahun 2012 dan berbagai instruksi kerja dalam dokumen penjaminan mutu.
  • Begitu juga dengan job-description masing-masing staf telah tergambarkan dengan jelas dan telah tersosialisasikan.
  • Untuk program yang terkait dengan bidangpendidikan, kurikulum baru 2014 mulai diterapkan sebagai pengganti kurikulum 2008 dengan berbagai penyempurnaan beberapa mata ajar.

Jenis Mata Kuliah

sks

Keterangan

Mata Kuliah Wajib

138

Mata Kuliah Inti: 34 (96 sks)

Mata Kuliah Institusional: 21 (42 sks)

Mata Kuliah Pilihan

8

Jumlah mata kuliah tersedia (42 sks)

(tersedia 21 mata kuliah yang bisa dipilih berdasarkan minat/pengayaan/konsentrasi)

Jumlah sks

146

 

· Total mahasiswa aktif hingga akhir tahun akademik 2014/2015 tercatat 515 orang, sedangkan jumlah alumni hingga akhir 2014 tercatat 446 orang termasuk 68 wisudawan di bulan Desember 2014.

· Berdasarkan data survei alumni, sebagian besar telah mendapatkan pekerjaan pada bidang yang sesuai, dan sebagian lagi ada yang melanjutkan studi profesi Apoteker serta S2.

· Waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan dihitung dari hasil pelacakan alumni yang dilakukan secara berkala setiap 2 tahun. Metode pelacakan dilakukan dengan pengisian kuisioner secara online melalui laman www.stfi.ac.id/tracer-study-alumni. Persentase waktu tunggu lulusan dihitung dari jumlah pengisi tiap bagian kuisioner dibagi total responden. Waktu tunggu terbagi pada 5 bagian, yaitu lama waktu menunggu pekerjaan sejak lulus S1 atau apoteker : < 1 bulan, 1 – 3 bulan, 3 – 6 bulan, 6 – 12 bulan, dan >12 bulan.

Data dari angket lulusan tahun 2014, menunjukkan waktu tunggu <1 bulan sebesar 48%; waktu tunggu 1 – 3 bulan sebesar 24%; waktu tunggu 3 – 6 bulan sebesar 16%; waktu tunggu 6 – 12 bulan sebesar 7% ; waktu tunggu > 12 bulan sebesar 5%.

clip_image011

Profil waktu tunggu kerja alumni

2. Peningkatan budaya kerja dan budaya akademik.

Untuk mewujudkan suatu organisasi dan manajemen yang efektif-efisien, maka organisasi dan manajemen tersebut perlu dikembangkan atas dasar profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan landasan tersebut diharapkan terjadi peningkatan budaya kerja dan budaya akademik. Corporate culture harus dibangun.

Dalam membangun corporate culture, Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang terencana dan laporan BKD mulai dilaksanakan di tahun akademik ini.

Seluruh Dosen juga diwajibkan membuat RPKPS dan dilaksanakan secara konsisten. Begitu juga Sistem Informasi Akademik disiapkan untuk memfasilitasi para Dosen-Mahasiswa dan Bagian Administrasi sebagai sarana monitoring dan evaluasi yang sifatnya transparan dan dapat dipertanggung-jawabkan.

Strategi pengembangan dilakukan melalui a.l. dengan penekanan komitmen semua jajaran terhadap pelaksanaan program penjaminan mutu, penyediaan sarana dan prasarana kerja, serta menciptakan reward system yang seimbang untuk meningkatkan motivasi dan kebersamaan seluruh sivitas akademika STFI.

3. Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (Dosen dan tenaga kependidikan)

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga edukatif diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme, mampu bersaing di tingkat nasional, serta mampu berperan aktif dalam forum-forum regional maupun global, memiliki integritas pribadi, dan mempunyai komitmen yang kuat terhadap Lembaga Pendidikan. Begitu pula untuk tenaga kependidikan yang lebih bersifat administratif, hanya saja penekanannya lebih diarahkan berorientasi pada peningkatan pelayanan.

Jabatan fungsional dosen walaupun belum terlalu signifikan namun di tahun akademik 2014/2015 telah menunjukkan trend peningkatan yang cukup baik. Jumlah asisten ahli tercatat ada 10 orang, dan jabatan lektor 2 orang, bahkan tercatat ada 3 profesor emeritus.

Perekrutan “dosen baru” tercatat ada 5 orang, sehingga total staf pengajar berdasarkan SK Yayasan menjadi 26 orang (3 orang berpendidikan S3, 17 orang berpendidikan S2, kesemuanya ditugaskan sebagai dosen, dan 6 orang masih berpendidikan S1 ditugaskan sebagai asisten dan sedang melanjutkan pendidikan S2), 3 orang melanjutkan pendidikan S3, 14 di antaranya telah memiliki NIDN, 3 memiliki NUPN,

4. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana, serta sistem informasi.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah mahasiswa serta meningkatkan mutu pendidikan, kelengkapan sarana dan prasarana proses belajar mengajar menjadi prioritas utama dalam pengalokasian anggaran.

Strategi pengembangan telah dilakukan a.l. melalui:

· Pembangunan gedung baru, dan atau restrukturisasi peruntukannya

· Maintenance dan pembelian peralatan/instrument baru

clip_image013

 

Sarana Laboratorium di STFI

Aktivitas Penggunaan Sarana Informasi

clip_image015

Di tahun akademik ini, tercatat beberapa tambahan sarana proses belajar mengajar, serta tambahan kepemilikan lahan baru ±1000m2 di sekitar kampus.

 

5. Peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu indikator untuk mengukur potensi akademik dosen adalah melalui karya ilmiah yang di-diseminasikan dalam seminar-seminar nasional ataupun internasional, dan atau dipublikasikan dalam bentuk prosiding, jurnal ilmiah/majalah terakreditasi, atau berupa tulisan ilmiah populer/semi populer di media cetak, serta pengabdian kepada masyarakat.

Strategi pengembangan di tahun akademik 2014/2015 dilaksanakan melalui:

· Memotivasi para dosen untuk memasuki jenjang fungsional

· Membentuk kelompok bidang keilmuan Kimia Farmasi, Teknologi Farmasi, Bahan Alam dan Farmakologi

· Pemanfaatan dana insentif dari Dikti, dan mendorong pihak yayasan agar tetap mengalokasikan dana insentif penelitian

· Memfasilitasi penerbitan karya ilmiah dalam jurnal/majalah ilmiah

· Memfasilitasi para dosen untuk mengikuti seminar atau workshop,

· Membentuk Peer Group atau Komisi Pembina Jabatan Fungsional Dosen untuk melaksanakan tugas pembinaan bagi para dosen.

Dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah penelitian dosen tetap secara signifikan. Tercatat pula ada 2 dosen yang menerima dana penelitian dari Hibah Penelitian DIKTI bagi dosen pemula, dan beberapa publikasi dan seminar internasional

Menyusul penerbitan Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, di tahun akademik 2014/2015 ini telah tersedia e-journal.

Kepustakaan juga dibenahi dengan penambahan berbagai koleksi buku/jurnal/prosidings/tesis dll.

Jenis Pustaka

Jumlah Judul

Jumlah copy

Buku teks

1353

1999

Jurnal nasional

terakreditasi

4

 

Jurnal internasional

2

 

Prosidings

12

 

Skripsi/Tesis

366

366

Disertasi

1

1

TOTAL

1738

2366

 

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan target minimal setiap dosen wajib melaksanakan satu kali dalam satu tahun. Untuk tahun 2014/2015 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, telah dilakukan di daerah Cibeureum-Ciparay Kabupaten Bandung dengan melibatkan para Dosen dan mahasiswa serta aparat pemerintah daerah.

clip_image018

Kegiatan penyuluhan kesehatan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat di daerah Ciparay, Kabupaten Bandung

6. Peningkatan jejaring kerja dan kemitraan

Untuk menggapai visi dan mengaktualisasikan misi, kerjasama kemitraan menjadi suatu keharusan. Konsep pembangunan iptek saat ini bukan hanya tertumpu pada dana, namun sangat ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusianya. Sinergi positif antar berbagai sektor pembangunan di pusat dan di daerah, dan kemitraan antar lembaga, masyarakat termasuk dunia usaha, dan pemerintah harus dibangun.

Di tahun akademik 2014/2015 ada tambahan 5 MOU dengan PT Arena Bio Agri, AKFAR YPF, SMK BPK Penabur, PT Tekad Mandiri Citra dan SMKF Bina Harapan Sumedang.

Di samping itu, dari kerjasama yang dibangun, STFI juga berdampak pada perolehan dana bantuan beasiswa, seperti dari BNI-46 dll.

 

BAB IV. PENUTUP

STFI mulai dikenal masyarakat luas. STFI juga telah mencanangkan visi:

Menjadi Acuan Perguruan Tinggi Farmasi Swasta di Jawa Barat

pada tahun 2020

Tantangan nyata ke depan yang harus terus ditingkatkan oleh civitas academica, tanpa terkecuali adalah kualitas. Kualitas akan tercermin dengan meningkatnya nilai AKREDITASI baik dari LAMPT-Kes ataupun dari BAN-PT. Karena itulah, peningkatan nilai akreditasi adalah suatu keharusan !!!