Home / kurikulum / Info / Laporan Kinerja STFI 2015-2016

Laporan Kinerja STFI 2015-2016

PRAKATA

    Laporan Kinerja Tahunan ini disusun sebagai bentuk pertanggung-jawaban Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung dalam memberikan informasi, khususnya terkait hasil pelaksanaan program TRIDHARMA Perguruan Tinggi, serta kegiatan lain STFI selama tahun akademik 2015/2016.

    Laporan ini menampilkan pandangan umum dan realisasi hasil yang telah diperoleh selama kurun waktu satu tahun akademik 2015/2016 dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan dalam RENSTRA STFI 2015-2019

    Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, namun masih ada beberapa hal yang perlu dikembangkan dan disempurnakan. Dukungan dan koordinasi, baik internal maupun eksternal dengan para stakeholder dan masyarakat pengguna sangat memotivasi, khususnya untuk memacu penyelenggaraan program Tridharma di STFI ke arah yang lebih baik.

Selain informasi terkait kinerja, laporan ini juga dilengkapi dengan informasi perkembangan sumberdaya STFI, sarana prasarana maupun sumberdaya manusia dosen dan tenaga kependidikan.

    Diharapkan laporan ini dapat menjadi sarana evaluasi diri, dan untuk mendapatkan masukan bagi peningkatan kinerja STFI ke depan.

Semoga Allah selalu memberikan rakhmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Aamiin.

Bandung, Agustus 2016

Ketua STFI,

A.Hanafiah Ws.,-

BAB I. PENDAHULUAN

  1. DASAR HUKUM

    Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI-Bandung), didirikan pada tanggal 17 Januari tahun 2000 dan mendapatkan legalitas penyelenggaraan Program Studi S1 Farmasi berdasarkan surat ketetapan Mendiknas RI No.140/D/0/2001 tanggal 2 Agustus 2001. Ijin Penyelenggaraan Program Studi ini kemudian diperpanjang atas dasar Surat Keputusan Izin Operasional Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 4819/D/T/2008 tertanggal 31 Desember 2008 dan No.14722/D/T/K-IV/2013 tertanggal 20 Februari 2013, dan hingga saat ini STFI hanya menyelenggarakan satu (1) program studi sarjana farmasi.

  2. KEDUDUKAN

    Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah lembaga penyelenggara pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sekaligus bertindak sebagai agen perubahan, berada di bawah naungan Yayasan Hazanah, memiliki cita-cita luhur dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

    Sebagai lembaga pendidikan tinggi mandiri, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia yang berkedudukan di Bandung, merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, bertugas untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan, kecakapan, dan keterampilan dalam mengembangkan dan menyebar-luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengusahakan pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara. STFI dipimpin oleh seorang Ketua, dan dalam menyelenggarakan program pendidikannya berada di bawah koordinasi KOPERTIS Wilayah IV, Jabar-Banten.

  3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

    Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia sebagai lembaga pendidikan tinggi, dan merupakan bagian dari masyarakat ilmiah yang universal, mengemban tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan pembangunan lokal, regional, nasional maupun internasional.

    Dengan mempertimbangkan hal tersebut, STATUTA Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia yang telah disesuaikan dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembaharuan peraturan perundangan, berfungsi sebagai pedoman dasar untuk melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, dan rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik, serta prosedur operasional. Walaupun demikian, STATUTA STFI tetap terbuka untuk di-reupdate menyelaraskan dengan berbagai perubahan.

    1. Tugas pokok Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesi dalam bidang ilmu dan teknologi kefarmasian.
    2. Untuk menyelenggarakan tugas pokok seperti tersebut, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia mempunyai fungsi:
      1. Melaksanakan dan mengembangkan program pendidikan tinggi.
      2. Melaksanakan penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian.
      3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
      4. Melaksanakan pembinaan civitas akademika.

    4. STRUKTUR ORGANISASI

    Struktur organisasi disusun berlandaskan pada Statuta STFI 0437.a/JHZ/SK-KP/IX/2012 dengan sedikit perubahan sebagai berikut:



    Gambar 1. Struktur Organisasi STFI Perubahan

    Dalam struktur organisasi yang telah sedikit mengalami perubahan, terlihat Unit baru yang menangani Perencanaan dan Pengembangan Tridharma STFI yang bertanggungjawab langsung kepada Ketua, dan Tim Bimbingan serta Konseling (TPBK) yang berada di bawah Pembantu Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

5. SUMBER DAYA MANUSIA

Berdasarkan data kepegawaian menjelang akhir tahun akademik 2015/2016, STFI memiliki 62 orang karyawan dengan atatus sebagai pegawai tetap Yayasan Hazanah bekerja penuh waktu, terdiri dari 29 tenaga “dosen tetap“, dan 33 tenaga administrasi dan kependidikan.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan keahlian, para dosen diarahkan untuk meniti karir melalui jenjang fungsional dan mendapatkan sertifikasi, sedangkan bagi mereka yang masih berijazah S1 sesuai dengan kompetensi kefarmasian didorong untuk segera menyelesaikan program S2-nya. Saat ini tercatat 3 orang yang sedang mengikuti program S2 di ITB, dan 5 staf dosen yang mengambil program doktor-nya di ITB dan UNPAD. Untuk tenaga kependidikan dan penunjang, dimotivasi untuk meningkatkan kompetensinya mengikuti berbagai pelatihan sesuai dengan bidang terkait.

Di samping itu, tercatat STFI masih mempunyai 12 tenaga dosen “luar biasa”, atau dalam pengertian tidak merupakan dosen tetap yang diangkat yayasan, berpendidikan S3 (11 orang) dan S2 (1 orang).

Secara garis besar, tingkat pendidikan formal pegawai STFI bervariasi mulai dari tingkat SLTA hingga S3 seperti digambarkan sebagai berikut:

Total Pegawai

62

 

 

           

                          


Gambar 2. Profil SDM STFI tertanggal 31 Agustus 2016

Dalam Tabel 1 berikut digambarkan posisi penyetaraan kepangkatan pada saat ini yang didominasi tenaga potensial dosen dan tenaga kependidikan yang rata-rata berusia muda namun penuh dengan dedikasi, profesional, inovatif, kreatif dan produktif, serta mempunyai komitmen yang kuat dalam melaksanakan program dan kegiatan STFI.

Tabel 1. Posisi Penyetaraan Kepangkatan SDM STFI, 31 Agustus 2016

Status Kepegawaian

Jenis Kelamin

Golongan Penyetaraan Kepangkatan

Laki

Perempuan

Dosen

29

11

18

IV

6

Administrasi

17

13

4

III

32

Asisten

4

2

2

II

24

Teknisi/Analis

4

2

2

I

Pengamanan

3

3

Kebersihan

5

5

6. FASILITAS UTAMA DAN PENUNJANG

Fasilitas Utama dan Penunjang

STFI berdiri di atas di atas lahan milik sendiri dengan luas lahan saat ini sekitar 5400 m2, termasuk lahan untuk kebun percobaan yang berlokasi terpisah, dan memiliki 2 gedung utama, masing-masing berlantai 4 yang difungsikan untuk proses belajar mengajar, perkuliahan dan praktikum, serta sarana kegiatan olah-raga dan perparkiran.


Fasilitas Penunjang

Untuk berfungsinya fasilitas utama, tersedia berbagai fasilitas penunjang berupa ruang administrasi, 4 ruang kuliah utama, ruang perpustakaan, ruang komputasi mahasiswa, laboratorium untuk kegiatan praktikum farmasetika, biologi bahan alam, farmakologi, mikrobiologi, steril, laboratorium untuk tugas akhir, dan ruang instrument dengan peralatan utama a.l. HPLC, UV-Vis. Spektrofotometer, dan FTIR .

Dengan meningkatnya kemajuan teknologi dan kegiatan penelitian para dosen, ketersediaan fasilitas penunjang masih perlu dilengkapi. STFI berkomitmen untuk menyelenggarakan program Tridharma-nya dengan sungguh-sungguh, karena itu, revitalisasi berbagai fasilitas dan peralatan menjadi bagian prioritas yang mendapatkan perhatian. Saat ini juga sedang dibangun gedung baru berlantai 5 terletak bersebelahan dengan gedung lama, dilengkapi dengan lift dan tempat parkir di lantai dasar. Lantai 1 s/d 4 disiapkan untuk prasarana laboratorium, dan 1 lantai lainnya dialokasikan untuk ruang pertemuan/aula yang diharapkan dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran 2017/2018 dengan tampilan seperti berikut:


Gambar 3. Gedung Baru STFI sebagai Prasarana Laboratorium

7. SUMBER DAYA KEUANGAN

    Ketersediaan anggaran yang memadai sangat diperlukan untuk melaksanakan program/ kegiatan Tridharma, serta pengadaan / pemeliharaan fasilitas utama dan penunjangnya agar tetap dapat dioperasikan dengan baik, tepat sasaran, tepat guna dan berhasil guna, sehingga menjadi faktor penentu dalam melaksanakan tugas dan fungsi perguruan tinggi, serta untuk merealisasikan tujuan dan sasaran organisasi.

    Permasalahan yang dihadapi adalah harga bahan dan peralatan yang mengalami kenaikan yang sangat tinggi, faktor aging, dan maintenance yang membutuhkan keahlian khusus.

    Sebagian besar sumberdana masih berasal dari mahasiswa berupa SPP (pembinaan pendidikan), DPP (pengembangan pendidikan), dana sks (satuan kredit semester) perkuliahan dan praktikum, seleksi ujian masuk, dan hanya sebagian kecil dari dana-dana hibah perguruan tinggi.

    Dalam pengelolaan keuangan, RAB tahunan disusun bersama antara STFI dan yayasan.

Tabel 2 berikut menggambarkan penerimaan dana selama tahun anggaran 2015/2016:

No.

Sumber Dana

Jenis

Jumlah

1.

PT sendiri

Biaya Pendidikan Mahasiswa

7.894.925.265

2.

Yayasan

Prasarana

1.227.000.000

Penelitian

217.457.500

Pengabdian Masyarakat

53.678.850

Investasi SDM

66.748.000

3.

Kemenristekdikti & lainnya

Beasiswa (BBM, PPA & BKM)

184.000.000

4.

Sumber lain

TOTAL

9.715.194.615

 

BAB II. RENCANA STRATEGIS STFI

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan bangsa. Melalui fungsi transformasi sumberdaya manusia, iptek dan sosial, perguruan tinggi menempati posisi yang strategis dalam perubahan kondisi dan status kehidupan masyarakat. Perkembangan yang begitu pesat dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya sebagai dampak pembangunan dan globalisasi terutama dengan Masyarakat Ekonomi Asean, menuntut kesiapan sumberdaya manusia untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul kemudian.

Dengan cara pandang demikian, lembaga pendidikan harus selalu memantau dan mengantisipasi perubahan faktor lingkungan, baik internal maupun eksternal, dan merencanakan langkah tindak yang strategis, sehingga mampu tetap hidup, tumbuh dan berkembang dengan meningkatkan daya saing berkelanjutan.

Pada tahun akademik 2015/2016 tercatat lebih dari 600 alumnus telah dihasilkan STFI. Keberhasilan ini merupakan nilai tambah tersendiri apalagi rata-rata lulusan menyelesaikan program studinya tepat waktu dan terserap di berbagai lapangan pekerjaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Namun demikian, jumlah kelulusan ini belum cukup untuk dijadikan indikator keberterimaan STFI di masyarakat luas. Daya saing tidak hanya ditentukan oleh jumlah kelulusan, namun sangat tergantung pada keunggulan kompetitif terutama dalam penguasaan bidang keilmuan yang dimilikinya yang ditunjukkan oleh kualitas dan kompetensinya. Ke-semua itu bersumber dari hasil binaan program studi selama alumnus menekuni proses pendidikannya, dan jika hal ini dapat dijaga dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, akan membentuk suatu brand image, yang pada gilirannya akan meningkatkan minat dan penerimaan masyarakat terhadap lulusan dan keberadaan STFI.

Konsekuensi yang dihadapi tentu saja sangat terkait dengan penataan kelembagaan, misalnya dengan peningkatan program penjaminan mutu dalam berbagai aspek, akuntabilitas, penguatan SDM, peningkatan sarana dan prasarana, hasil penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat dll.

  1. VISI

            Untuk memotivasi agar Tridharma Perguruan Tinggi dapat terselenggara dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, terutama dilatar-belakangi dengan sumberdaya yang dimiliki saat ini, STFI bertekad untuk merealisasikan visi:

Menjadi Acuan Perguruan Tinggi Farmasi Swasta di Jawa Barat

pada tahun 2020

    Dalam visi tersebut tersurat 2 kata kunci, yaitu “acuan” dan “Jawa Barat“. Kata kunci “acuan” menyemangati agar seluruh civitas academica STFI berupaya dengan sungguh-sungguh menyediakan berbagai sarana dan prasarana terbaik untuk melaksanakan kegiatan Tridharma-nya, termasuk segala sumberdaya yang dipersyaratkan, sedangkan kata kunci “Jawa Barat” menunjukkan lingkup daerah sasaran dimana pada tahun 2020 STFI dapat mewujudkan cita-citanya menjadi acuan program pendidikan strata-1 farmasi, khususnya bagi PT Farmasi swasta.

Visi ini mengandung makna pendorong motivasi sivitas akademika STFI untuk berpacu dengan waktu dalam memperbaiki setiap lini dan melampaui target setiap tahunnya. Yang menjadi target acuan di tahun 2020 di antaranya adalah:

  1. Sistem tata kelola
  2. Proses belajar mengajar
  3. Sistem penjaminan mutu
  4. Prestasi mahasiswa
  5. Serapan alumni di dunia kerja
  6. Sumber daya dosen dan tenaga kependidikan
  7. Implementasi hasil penelitian
  1. MISI

Dalam pencapaian Visi tersebut, fokus kegiatan tidak terlepas dari peningkatan penyelenggaraan Tridharma dan penguatan kelembagaan, karena itu misi yang ditetapkan STFI adalah sbb.:

  1. Melaksanakan program pendidikan secara profesional untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengaplikasikan dan mengembangkan ilmunya dengan berorientasi pada kebutuhan pengguna, berlandaskan pada etika profesi, serta kepentingan kemanusiaan.
  2. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dapat memberikan kontribusi bermanfaat bagi dunia kesehatan, khususnya dalam lingkup ilmu kefarmasian.
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan, khususnya bidang ilmu kefarmasian.
  4. Memperkuat jejaring kerjasama dengan Perguruan Tinggi lain, lembaga pemerintah ataupun swasta di dalam maupun luar negeri.
  5. Revitalisasi prasarana dan sarana penyelenggaraan program pendidikan
  1. TUJUAN

    Tujuan strategis STFI adalah:

  • Mewujudkan proses pembelajaran berkualitas dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat (stakeholders) di bidang kesehatan, khususnya bidang farmasi.
  • Mewujudkan sistem pembelajaran yang kondusif, profesional, komunikatif, dan transparan untuk menghasilkan kreativitas keilmuan pendidik dan para peserta didik.
  • Meningkatkan mutu dan hasil penelitian/pengembangan dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) farmasi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
  • Meningkatkan mutu dan jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  • Meningkatkan jejaring kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai lembaga pemerintah/swasta di dalam maupun luar negeri.
  • Pemenuhan dan peningkatan standard sarana dan prasarana yang dipersyaratkan.

  1. SASARAN

Sasaran Bidang Pendidikan:

  • Terlaksananya proses belajar-mengajar yang bermutu, sesuai dengan standard yang ditetapkan.
  • Meningkatnya kualitas dan kuantitas staf akademik
  • Meningkatnya kualitas input, soft skills dan daya saing mahasiswa
  • Tercapainya penguatan kurikulum dan proses pembelajaran yang terintegrasi dan berkualitas
  • Meningkatnya jumlah mahasiswa yang mendapat pelayanan kesejahteraan.

Sasaran Bidang Penelitian dan Pengembangan:

  • Meningkatnya keterlibatan jumlah dosen dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan, serta meningkatnya jumlah penelitian yang bermutu
  • Meningkatnya kualitas riset, kinerja penelitian dan publikasi hasil penelitian di jurnal nasional dan internasional
  • Meningkatnya hasil penelitian dosen yang mendapat hak kekayaan intelektual

Sasaran Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama:

  • Meningkatnya jumlah dan kualitas pengabdian kepada masyarakat
  • Meningkatnya pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dapat menggerakkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sasaran Bidang Kerjasama:

  • Terselenggaranya kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak baik di dalam maupun luar negeri
    • Meningkatnya jumlah kontrak kerjasama untuk pengembangan sekolah

Sasaran Revitalisasi / Peningkatan Sarana dan Prasarana

  • Meningkatnya mutu pendidikan
  • Meningkatnya mutu dan hasil penelitian
  • Terciptanya suasana akademik yang kondusif
  1. ARAH KEBIJAKAN STRATEGIS STFI

        Agenda pembangunan di awal abad ke-21 mengedepankan cara pandang yang baru tentang pengetahuan. Dirumuskannya gagasan tentang Masyarakat Berbasis Pengetahuan (Knowledge Based Society; KBS) dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan (Knowledge Based Economy; KBE), mencerminkan kristalisasi upaya-upaya tersebut. Gagasan ini menekankan arti penting pengetahuan dalam sistem inovasi, bahwa daya saing ekonomi sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh teknologi sebagai faktor produksi, tetapi juga oleh pengetahuan dan kreativitas sebagai faktor inovasi.

        Untuk membangun kapasitas iptek bangsa tersebut, jalur pendidikan memegang peran dominan. Dalam dunia pendidikan, proses belajar mengajar yang dicirikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, kompetensi tenaga pendidik yang profesional, kurikulum yang baik, dan keberterimaan lulusan oleh para pengguna, menjadi indikator mutu pendidikan.

    Kondisi persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang demikian pesat, menjadi pemicu dan pemacu bagi lembaga dan Program Studi Strata-1 Farmasi STFI untuk melakukan perbaikan yang terus menerus.

    Dalam menetapkan arah dan kebijakan strategis, STFI mengacu pada peraturan perundangan yang ditetapkan Kemendiknas yang kemudian diselaraskan dengan peraturan perundangan yang ditetapkan Kemenristek-dikti, dan selanjutnya dituangkan ke dalam rumusan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran strategis.

    STFI juga berkomitmen untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang diselenggarakan dengan menerapkan tata kelola yang baik (good governance), sehingga menghasilkan sumberdaya manusia yang profesional dan kompeten di bidangnya dengan tidak mengenyampingkan aspek moral dan etika.

  1. PROGRAM DAN KEGIATAN STFI TAHUN AKADEMIK 2015-2016

    Lembaga pendidikan hanya dapat hidup dan berkembang apabila keluarannya dapat diterima oleh pihak pemangku kepentingan (stakeholder) yang berada dalam sistem tersebut. Dengan demikian, kelemahan harus segera diperbaiki, dan sejalan dengan itu kekuatan yang dimiliki harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

    Berikut dipaparkan isu-isu strategis yang perlu mendapat prioritas dan perhatian STFI:

    1. Tuntutan masyarakat agar keluaran yang dihasilkan sesuai kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), mengharuskan peningkatan kualitas lulusan
    2. Keberadaan kompetitor lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program studi sejenis, mendorong persaingan penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana proses belajar mengajar, serta rekruitmen/pembinaan SDM tenaga pengajar dan tenaga kependidikan yang kompeten.
    3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sistem informasi yang demikian pesat, menuntut pengalokasian dana yang cukup besar.
    4. Tuntutan peraturan-perundangan serta kebijakan yang terkait dunia pendidikan, mutu proses belajar mengajar dan sumberdaya manusia, harus diantisipasi sebagai syarat penyelenggaraan pendidikan, termasuk didalamnya pemerataan dan perluasan kesempatan belajar.

Dari ke empat isu di atas, langkah tindak strategis difokuskan pada:

  1. Peningkatan citra lembaga, terkait dengan penjaminan mutu, program pendidikan, mahasiswa dan lulusan.
  2. Peningkatan budaya kerja dan budaya akademik.
  3. Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (Dosen dan tenaga kependidikan)
  4. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana, serta sistem informasi.
  5. Peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
    1. Peningkatan jejaring kerja dan kemitraan.

Perencanaan dan penjabaran kegiatan secara detail dituangkan dalam RENSTRA 2015-2019, dan Rencana Operasional tahunan STFI.

BAB III. HASIL KEGIATAN

    Hasil kegiatan STFI dalam tahun akademik 2015/2016 diuraikan sebagai berikut:

  1. Peningkatan citra lembaga terkait dengan penjaminan mutu, program pendidikan, mahasiswa dan lulusan.

        Program Penjaminan mutu, proses belajar mengajar, mahasiswa dan lulusan sering dijadikan barometer baik atau buruknya citra lembaga perguruan tinggi. Lebih dari 600 alumnus telah dihasilkan STFI sejak berdiri hingga wisuda Desember tahun 2015. Keberhasilan ini merupakan nilai tambah tersendiri apalagi rata-rata lulusan menyelesaikan program studinya tepat waktu dan terserap di berbagai lapangan kerja, baik pemerintah maupun swasta. Namun demikian, jumlah kelulusan ini belum cukup untuk dijadikan indikator keberterimaan STFI di masyarakat luas. Daya saing tidak hanya ditentukan oleh jumlah kelulusan, namun sangat tergantung pada keunggulan kompetitif terutama dalam penguasaan bidang keilmuan yang dimilikinya yang ditunjukkan oleh kualitas dan kompetensinya. Ke semua itu bersumber dari hasil binaan program studi selama alumnus menekuni proses pendidikannya, dan jika hal ini dapat dijaga dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, akan membentuk suatu brand image, yang pada gilirannya akan meningkatkan minat dan penerimaan masyarakat terhadap lulusan dan keberadaan STFI.

    Untuk menunjang komitmen tersebut, STFI memperketat penjaringan calon mahasiswa melalui jalur seleksi yang lebih tertata dan lebih memprioritaskan kualitas akademik calon daripada kuantitas. Jumlah mahasiswa ditetapkan untuk menjaga keseimbangan dengan kapasitas sarana dan prasarana, rasio dosen dan tenaga kependidikan, serta layanan dan sumberdaya lainnya. Penerimaan mahasiswa pindahan di samping linieritas keilmuan, juga dipersyaratkan memiliki nilai IPK ≥3. Di samping itu, dalam tahun ajaran 2015/2016 telah dibentuk pula Tim Bimbingan dan Konseling dengan tugas pokok a.l. menyelenggarakan perencanaan karier, informasi kerja, pelatihan melamar kerja dll. yang terkait dengan kepentingan akademik, non akademik dan lulusan.

    Untuk meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa dan lulusan berupa penilaian kinerja, baik yang bersifat akademik (kurikuler) maupun non-akademik (ekstra-kurikuler), internal ataupun eksternal STFI, telah diterapkan suatu program baru yang dikenal sebagai program PORTOFOLIO.

    Konsekuensi yang dihadapi tentu saja sangat terkait dengan penataan kelembagaan internal, misalnya dengan peningkatan program penjaminan mutu dalam berbagai aspek, akuntabilitas, penguatan kualitas dan kuantitas SDM, peningkatan sarana dan prasarana, program unggulan, kualitas hasil penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, aspek kemitraan dll. yang kesemuanya berdampak pada peningkatan jenjang akreditasi program studi dan institusi.

    Tahun Akademik 2015/2016 adalah tahun kedua RENSTRA 2015-2019. Periode ini merupakan tahun pembenahan dan akselerasi dengan penekanan pada peningkatan program penjaminan mutu, pembinaan SDM, serta revitalisasi sarana dan prasarana.

    Berbagai dokumen kebijakan hingga prosedur teknis telah disiapkan, dan implementasi sudah mulai dilaksanakan walaupun masih memerlukan peningkatan secara berkesinambungan.

    Berikut beberapa kegiatan yang cukup signifikan di tahun akademik 2015/2016:

  • Tata-pamong dan keorganisasian telah lebih tertata dan terstruktur dengan baik dilengkapi dengan sistem penjaminan mutu internal yang memadai, pembentukan Tim Bimbingan dan Konseling, serta Tim Perencanaan dan Pengembangan Tridharma.

    Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, telah diupayakan untuk memenuhi dan dapat membangun sistem yang kredibel, transparan, akuntabel, bertangungjawab, dan adil, serta ditunjang dengan sistem informasi akademik yang baik.

    Seluruh penyelenggaraan kegiatan dilakukan berdasarkan kebijakan yang tertuang dalam Statuta STFI 0437.a/YHZ/SK-KP/IX/2012 tahun 2012 yang saat ini sedang dalam re-evaluasi dan perencanaan revisi, serta mengimplementasikan berbagai instruksi kerja dalam dokumen penjaminan mutu. Begitu juga dengan job-description masing-masing staf telah tergambarkan dengan jelas dan telah tersosialisasikan.

  • Untuk program yang terkait dengan bidang pendidikan, kurikulum baru 2014 telah diterapkan sebagai pengganti kurikulum 2008 dengan berbagai penyempurnaan beberapa mata ajar sambil terus dimonitor apabila ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki ke depan.

    Tabel 3. Jumlah satuan kredit semester kurikulum 2014

Jenis Mata Kuliah

sks

Keterangan

Mata Kuliah Wajib

138

Mata Kuliah Inti: 34 (96 sks)

Mata Kuliah Institusional: 21 (42 sks)

Mata Kuliah Pilihan

8

Jumlah mata kuliah tersedia (42 sks)

(tersedia 21 mata kuliah yang bisa dipilih berdasarkan minat/pengayaan/ konsentrasi

Jumlah sks

146

  • Total mahasiswa aktif hingga akhir tahun akademik 2015/2016 dalam PDPT tercatat 521 orang, sedangkan jumlah alumni tercatat 676 orang termasuk 120 calon wisudawan di bulan Desember 2016.
  • Berdasarkan data survei alumni, sebagian besar telah mendapatkan pekerjaan pada bidang yang sesuai, dan sebagian lagi ada yang melanjutkan studi profesi Apoteker serta program pendidikan S2.
  • Waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan berdasarkan hasil pelacakan alumni yang dilakukan secara berkala setiap 2 tahun dengan mengisi kuisioner secara online melalui laman www.stfi.ac.id/tracer-study-alumni
    menunjukkan data sebagai berikut:
    (waktu tunggu terbagi pada 5 bagian, yaitu lama waktu menunggu pekerjaan sejak lulus S1 atau apoteker : < 1 bulan, 1 – 3 bulan, 3 – 6 bulan, 6 – 12 bulan, dan >12 bulan)

    Data dari angket lulusan tahun 2015/2016, menunjukkan waktu tunggu <1 bulan sebesar 42,78%; waktu tunggu 1 – 3 bulan sebesar 29,38%; waktu tunggu 3 – 6 bulan sebesar 15,98%; waktu tunggu 6 – 12 bulan sebesar 6,7% ; waktu tunggu > 12 bulan sebesar 4,12%.


Profil waktu tunggu kerja alumni

  • Sejak awal STFI secara konsisten menerapkan asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Bahkan, penguatan sistem keuangan, yakni mendesain sistem penganggaran, sistem akuntansi, serta sistem pengendalian internal di tahun anggaran 2015/2016 ini mulai dirintis secara bertahap dengan menggunakan teknologi informasi untuk dapat lebih menjamin penerapan asas transparansi dan akuntabilitas.

  1. Peningkatan budaya kerja dan budaya akademik.

    Untuk mewujudkan suatu organisasi dan manajemen yang efektif-efisien, maka organisasi dan manajemen tersebut perlu dikembangkan atas dasar profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan landasan tersebut diharapkan terjadi peningkatan budaya kerja dan budaya akademik. Corporate culture harus dibangun.

    Dalam membangun corporate culture, Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang terencana dan laporan BKD telah dilaksanakan di tahun akademik ini.

    Seluruh Dosen diwajibkan membuat RPKPS dan dilaksanakan secara konsisten. Begitu juga Sistem Informasi Akademik diberlakukan untuk memfasilitasi para Dosen-Mahasiswa dan Bagian Administrasi sebagai sarana monitoring dan evaluasi yang sifatnya transparan dan dapat dipertanggung-jawabkan.

    Strategi pengembangan dilakukan dengan penekanan agar semua jajaran berkomitmen terhadap pelaksanaan program penjaminan mutu, pemeliharaan sarana dan prasarana kerja, serta menciptakan reward system yang seimbang untuk meningkatkan motivasi dan kebersamaan seluruh sivitas akademika STFI.

  2. Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (Dosen dan tenaga kependidikan)

    Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga edukatif diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme, mampu bersaing di tingkat nasional, serta mampu berperan aktif dalam forum-forum regional maupun global, memiliki integritas pribadi, dan mempunyai komitmen yang kuat terhadap Lembaga Pendidikan. Begitu pula untuk tenaga kependidikan yang lebih bersifat administratif, hanya saja penekanannya lebih diarahkan berorientasi pada peningkatan pelayanan.

        Jabatan fungsional dari tahun ke tahun menunjukkan trend peningkatan yang cukup baik. Jumlah asisten ahli tercatat ada 13 orang (2014/2015: 10 orang), jabatan lektor 3 orang (2014/2015: 2 orang), lektor kepala 2 orang (2014/2015: belum ada), serta tercatat ada 2 profesor emeritus.

    Perekrutan “dosen baru” selalu ada setiap tahun, sehingga total staf pengajar berdasarkan SK Yayasan yang tahun lalu (TA 2014/2015) tercatat 26 orang, di tahun 2015/2016 ini menjadi 29 orang dengan komposisi saat ini 2 orang berpendidikan S3, 25 orang berpendidikan S2, kesemuanya ditugaskan sebagai dosen, dan 2 orang masih berpendidikan S1 yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan S2 di ITB, 5 orang melanjutkan pendidikan S3 di ITB dan UNPAD, 21 di antaranya telah memiliki NIDN, 1 NIDK, dan 3 memiliki NUPN.

  3. Kelengkapan sarana dan prasarana, serta sistem informasi.

    Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah mahasiswa serta meningkatkan mutu pendidikan, kelengkapan sarana dan prasarana proses belajar mengajar menjadi prioritas utama dalam pengalokasian anggaran.

Strategi pengembangan telah dilakukan a.l. melalui:

  • Pembangunan gedung baru, dan atau restrukturisasi peruntukannya
  • Maintenance dan pembelian peralatan/instrument baru


    Sarana Laboratorium di STFI


Aktifitas Pengguna Sarana Informasi

Di tahun akademik ini, tercatat beberapa tambahan sarana proses belajar mengajar, serta tambahan gedung baru berlantai 5 yang masih dalam proses pembangunan yang direncanakan diselesaikan sebelum tahun ajaran baru 2017/2018.

  1. Peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

    Salah satu indikator untuk mengukur potensi akademik dosen adalah melalui karya ilmiah yang di-diseminasikan dalam seminar-seminar nasional ataupun internasional, dan atau dipublikasikan dalam bentuk prosiding, jurnal ilmiah/majalah terakreditasi, atau berupa tulisan ilmiah populer/semi populer di media cetak, serta pengabdian kepada masyarakat.

Strategi pengembangan di tahun akademik 2015/2016 dilaksanakan melalui:

  • Memotivasi para dosen untuk memasuki jenjang fungsional dan mendapatkan sertifikasi.
  • Membentuk kelompok bidang bioteknologi di samping kelompok bidang keilmuan yang ada saat ini (Kimia Farmasi, Teknologi Farmasi, Bahan Alam dan Farmakologi).
  • Pemanfaatan dana insentif penelitian dari Dikti, dan dari yayasan
  • Memfasilitasi penerbitan karya ilmiah dalam jurnal/majalah ilmiah
  • Memfasilitasi para dosen untuk mengikuti seminar atau workshop,
  • Membentuk Tim Perencanaan dan Pengembangan Tridharma STFI serta Tim Bimbingan dan Konseling.
  • Penguatan Sistem Teknologi Informasi

Dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah penelitian dosen tetap secara signifikan. Tercatat ada 24 judul penelitian dosen yang sebagian telah diterbitkan di majalah nasional maupun internasional. Di tahun 2015/2016 juga tercatat 3 dosen penerima dana penelitian dari Hibah Penelitian DIKTI bagi dosen pemula.

Kepustakaan juga dibenahi dengan penambahan berbagai koleksi buku/jurnal/prosidings/tesis dll.

Jenis Pustaka

Jumlah Judul

Jumlah copy

Buku teks

2421

Jurnal nasional

terakreditasi

4

Jurnal internasional

4

Prosidings

9

Skripsi/Tesis

588

Disertasi

1

TOTAL

3097

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan target minimal setiap dosen wajib melaksanakan satu kali dalam satu tahun. Untuk tahun 2015/2016 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, telah dilakukan kembali di daerah Ciparay Kabupaten Bandung untuk dijadikan daerah binaan dengan melibatkan para Dosen dan mahasiswa, serta aparat pemerintah daerah.


Kegiatan penyuluhan kesehatan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat di daerah Ciparay, Kabupaten Bandung 2014/2015,

berlanjut di tahun 2015/2016.

  1. Peningkatan jejaring kerja dan kemitraan

    Untuk menggapai visi dan mengaktualisasikan misi, kerjasama kemitraan menjadi suatu keharusan. Konsep pembangunan iptek saat ini bukan hanya tertumpu pada dana, namun sangat ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusianya. Sinergi positif antar berbagai sektor pembangunan di pusat dan di daerah, dan kemitraan antar lembaga, masyarakat termasuk dunia usaha, dan pemerintah terus dibangun.

    Di tahun akademik 2015/2016, dari kerjasama yang dibangun, di samping perolehan dari Kemenristekdikti, STFI juga memperoleh dana bantuan beasiswa, seperti dari BRI, BNI-46, serta PEMDA Jawa Barat.