Analisis Faktor Internal

Home/Renstra/Analisis Faktor Internal

Identifikasi Faktor Internal

2012-10-20T11:16:59+07:00

Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia – Yayasan Hazanah, berdomisili di Jl.Soekarno-Hatta 354 (Parakan Resik) Bandung yang selanjutnya disebut STFI, didirikan pada tanggal 17 Januari tahun 2000 dan mendapatkan legalitas penyelenggaraan berdasarkan surat ketetapan Mendiknas RI No.140/D/0/2001 tanggal 2 Agustus 2001. Ijin Penyelenggaraan Program Studi S1 Farmasi STFI kemudian diperpanjang atas dasar Surat Keputusan Izin Operasional Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 4819/D/T/2008 tertanggal 31 Desember 2008. Dalam upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar, melalui berbagai kajian, struktur organisasi mengalami perubahan mendasar seperti digambarkan sbb.: Struktur organisasi STFI Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah lembaga penyelenggara pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sekaligus bertindak [...]

Identifikasi Faktor Internal2012-10-20T11:16:59+07:00

Kepemimpinan

2012-10-20T11:14:43+07:00

Kepemimpinan efektif harus mampu mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat. Kepemimpinan harus mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, mengkomunikasikan visi, mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi, kredibel, dan menekankan pada keharmonisan hubungan manusia. Tingkat efektivitas kepemimpinan dalam Program Studi. Tingkat efektivitas dan efisiensi kepemimpinan didasarkan terwujudnya: (1) rencana pengembangan program studi sesuai kebutuhan stakeholder, (2) kurikulum program [...]

Kepemimpinan2012-10-20T11:14:43+07:00

Sistem Pengelolaan

2012-10-20T11:13:30+07:00

Program dan kegiatan penjaminan mutu sudah menjadi kebutuhan bagi suatu organisasi. Moto yang berbunyi: “Kerjakan apa yang anda tulis, dan tulis apa yang anda kerjakan”, harus benar-benar dapat diimplementasikan. Implementasi penjaminan mutu dilaksanakan dengan mengacu pada berbagai dokumen dan harus dijalankan atas komitmen semua pihak. Karena itu, selain kesiapan dokumen, sosialisasi dan pemahaman pentingnya penjaminan mutu oleh seluruh penggerak organisasi harus menjadi prioritas. Sementara ini penyelenggaraan penjaminan mutu di STFI masih dikatakan baru dalam tahap pengembangan dengan menyiapkan dokumen terstandard. Langkah ke arah pembenahan sistem penjaminan mutu dan implementasinya secara bertahap terus ditingkatkan.

Sistem Pengelolaan2012-10-20T11:13:30+07:00

Penjaminan Mutu

2012-10-20T11:12:43+07:00

Program dan kegiatan penjaminan mutu sudah menjadi kebutuhan bagi suatu organisasi. Moto yang berbunyi: “Kerjakan apa yang anda tulis, dan tulis apa yang anda kerjakan”, harus benar-benar dapat diimplementasikan. Implementasi penjaminan mutu dilaksanakan dengan mengacu pada berbagai dokumen dan harus dijalankan atas komitmen semua pihak. Karena itu, selain kesiapan dokumen, sosialisasi dan pemahaman pentingnya penjaminan mutu oleh seluruh penggerak organisasi harus menjadi prioritas. Sementara ini penyelenggaraan penjaminan mutu di STFI masih dikatakan baru dalam tahap pengembangan dengan menyiapkan dokumen terstandard. Langkah ke arah pembenahan sistem penjaminan mutu dan implementasinya secara bertahap terus ditingkatkan.

Penjaminan Mutu2012-10-20T11:12:43+07:00

Mahasiswa dan Lulusan

2012-10-20T11:11:53+07:00

Salah satu komponen pendidikan yang memegang peran penting adalah mahasiswa. Para mahasiswa yang mengikuti program pendidikan di STFI rata-rata berasal dari SMA (Negeri/Swasta) jurusan IPA, SMK Farmasi, dan atau pindahan dari perguruan tinggi lain yang berasal dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Jumlah penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya mengalami fluktuasi positif, dalam pengertian terjadi peningkatan yang cukup berarti; hal ini dapat dijadikan pemacu bagi STFI untuk lebih meningkatkan daya saing kompetitif, namun tetap kooperatif terutama dengan perguruan tinggi sejenis yang menyelenggarakan program yang sama yang dalam beberapa tahun terakhir juga terus berupaya meningkatkan mutunya. Dalam perkembangannya program studi strata-1 farmasi Sekolah [...]

Mahasiswa dan Lulusan2012-10-20T11:11:53+07:00

Alumni

2012-10-20T11:10:50+07:00

Sejak diselenggarakannya program studi strata 1 farmasi pada tahun 2001, saat ini STFI telah menghasilkan 254 lulusan dengan rata-rata mendapatkan yudisium sangat memuaskan dan menempuh pendidikan tepat waktu. Dari sejumlah lulusan tersebut, 95% terserap di dunia kerja, baik sebagai sarjana farmasi maupun setelah mendapatkan ijazah apoteker. Sebaran bidang pekerjaan meliputi: PNS, seperti di Kementerian Kesehatan, lembaga pemerintah lainnya, TNI-POLRI, rumah-sakit, apotek, industri farmasi, guru dan dosen, marketing farmasi, wirausaha, dan pekerjaan lain di luar bidang kesehatan. Di luar itu, ada juga beberapa alumni yang melanjutkan studinya untuk menempuh jenjang pendidikan S2/S3.

Alumni2012-10-20T11:10:50+07:00

Sumberdaya Manusia

2012-10-20T11:07:15+07:00

Tenaga Dosen Di samping keberadaan mahasiswa, salah satu unsur penting lainnya dalam pendidikan dan pengajaran adalah ketersediaan tenaga dosen dengan kualifikasi yang memadai. Dengan kondisi saat ini, dosen STFI terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu: dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap, terdiri dari dosen yang diangkat oleh Yayasan dan dosen PNS dpk dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat – Banten, sedangkan dosen tidak tetap berasal dari institusi pendidikan tinggi negeri dan atau anggota profesi serta praktisi yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Jumlah dosen tetap yang pada beberapa tahun lalu hanya 5-6 orang, di awal tahun 2012 ini STFI telah [...]

Sumberdaya Manusia2012-10-20T11:07:15+07:00

Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik

2012-10-20T11:05:52+07:00

Kurikulum PS Farmasi senantiasa dievaluasi dalam kurun waktu tertentu. Tidak menutup kemungkinan apabila hasil evaluasi mengharuskan perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum ini lebih ditujukan untuk menyesuaikan dengan kemajuan/perkembangan teknologi, serta memenuhi tuntutan kebutuhan lapangan kerja dan pendidikan profesi apoteker nantinya. Upaya yang telah dilakukan STFI antara lain: Peninjauan kurikulum dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum, minimal 2 tahun sekali sebagai upaya menanggapi berbagai isu aktual dan merespons perkembangan Iptek, namun tetap mengacu pada pedoman penyusunan kurikulum dari Ditjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Melibatkan perwakilan stakeholder dari kalangan industri, rumah-sakit, apotek, dan pendidikan pada lokakarya penyusunan kurikulum. Lulusan [...]

Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik2012-10-20T11:05:52+07:00

Pembiayaan, Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi

2012-10-20T11:03:33+07:00

Sumber dana untuk kebutuhan operasional PS Farmasi Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia pada dasarnya diperoleh dari biaya pendidikan mahasiswa yang dikelola oleh pihak Sekolah dan Yayasan. RAB untuk setiap tahun akademik disusun bersama secara transparan. Anggaran yang diajukan meliputi keperluan administrasi, biaya operasional (rumah tangga), biaya pengembangan, alat dan bahan praktikum, pemeliharaan, honorarium/gaji upah, perjalanan dinas, serta biaya lain-lain Penerimaan dan pengeluaran anggaran dilaporkan secara periodik oleh Ketua STFI ke Yayasan sebagai bentuk pertanggungjawaban / akuntabilitas. Di samping itu, proses pengelolaan keuangan diperiksa secara berkala oleh auditor internal dari pihak Yayasan. Pendanaan kegiatan Akademik untuk kepentingan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian sampai saat [...]

Pembiayaan, Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi2012-10-20T11:03:33+07:00

Penelitian, Pengabdian dan Kerjasama

2012-10-20T10:59:52+07:00

Selama ini kegiatan penelitian di STFI lebih ditekankan pada Tugas Akhir mahasiswa, dan secara otomatis di dalamnya melibatkan dosen sebagai pembimbing. Pada umumnya hasil Tugas Akhir masih dalam bentuk buku-buku skripsi yang disimpan di perpustakaan. Produktivitas hasil penelitian para dosen tetap dirasakan masih sangat rendah, demikian juga dengan efisiensi pemanfaatan dana penelitian. Kajian kualitas dapat dikatakan relatif baik karena pada dasarnya penelitian yang dilakukan telah sesuai dengan kompetensinya dan mengacu pada Agenda Riset Nasional (ARN). Kelemahan masih berkutat pada kurangnya motivasi dalam mempublikasikan hasil penelitian. Concern (kepedulian) yayasan dapat dikatakan sangat baik dengan mengalokasikan insentif sebagai pemicu para dosen untuk melakukan [...]

Penelitian, Pengabdian dan Kerjasama2012-10-20T10:59:52+07:00

Akreditasi Prodi S1

LOKASI

Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, Telp./Faks. 022-7566484

Kontak Info

JL. Soekarno Hatta 354 (Parakan Resik) Bandung 40266

Phone: 022-7566484

Fax: 022-7566666

Web: Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

SEMAFI

SIGNA

Yayasan Hazanah

Go to Top