Jabar Tegaskan Komitmen Tekan Thalassemia: Sinergi Pemerintah dan STFI Bandung
Jabar Tegaskan Komitmen Tekan Thalassemia: Sinergi Pemerintah dan STFI Bandung
Bandung,– Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam upaya menekan angka kasus thalassemia di wilayahnya. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., dalam audiensi bersama Thalassemia Research Center Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung dan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Jabar.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Bandung, pemerintah daerah menyoroti pentingnya sinergi antara sektor akademik, komunitas, dan institusi pemerintahan untuk mengatasi tantangan penyakit genetik seperti thalassemia. Wakil Gubernur menyebut bahwa pendekatan preventif melalui edukasi dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kelahiran penderita thalassemia baru di Jawa Barat.
“Kami mendukung penuh upaya STFI dan POPTI dalam menyebarluaskan pengetahuan serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya skrining dini,” ujar Erwan.
Peran Strategis STFI dan POPTI
Thalassemia Research Center STFI Bandung telah menjadi pusat riset dan edukasi yang aktif dalam mempromosikan pentingnya pemeriksaan pra-nikah dan deteksi dini sebagai langkah antisipatif. Melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, STFI terus mengampanyekan bahaya thalassemia mayor serta cara-cara pencegahannya.
Sementara itu, POPTI Jabar terus menguatkan jaringan dukungan bagi keluarga pasien dan mendorong kebijakan yang lebih inklusif bagi penderita thalassemia. Kolaborasi antara STFI, POPTI, dan Pemprov Jabar diharapkan mampu menciptakan sistem pendampingan dan edukasi yang lebih kuat, khususnya di tingkat sekolah dan komunitas muda.
Langkah Konkret Pemprov Jabar
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Jabar berencana memperluas program skrining thalassemia ke berbagai kabupaten dan kota, terutama di wilayah dengan angka prevalensi tinggi. Pemerintah juga mendorong integrasi edukasi thalassemia ke dalam kurikulum sekolah, serta penguatan layanan kesehatan primer untuk diagnosis dini.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam rangka mencapai Jabar Zero Thalassemia Major Births.
Upaya ini menandai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan kesehatan genetik di Indonesia. Dengan edukasi yang tepat dan deteksi yang lebih awal, risiko thalassemia mayor dapat diminimalisir secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan.





