LPPM STFI merupakan unit utama yang menjalankan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan institusi. LPPM berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui riset dan kegiatan pengabdian yang menyasar permasalahan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Sebagai bagian dari STFI yang memiliki visi menjadi perguruan tinggi terkemuka dalam pengembangan bahan baku dan sediaan farmasi berbasis bahan alam Indonesia pada tahun 2030, LPPM mendukung pencapaian visi tersebut dengan mendorong penelitian dan pengabdian yang berkualitas dan aplikatif.
LPPM memfasilitasi penelitian sesuai prioritas nasional dan pengembangan riset unggulan institusi, meningkatkan mutu dan relevansi penelitian, mendorong peningkatan karya ilmiah nasional maupun internasional, serta perolehan HKI. Pengabdian kepada masyarakat juga diarahkan untuk mengimplementasikan hasil riset, menciptakan inovasi, dan menyelesaikan permasalahan masyarakat. Fokus utama riset STFI adalah pada pemanfaatan bahan alam untuk kesehatan, khususnya isolat murni dengan aktivitas farmakologi. Semua kegiatan ini dijalankan berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) yang cerdas dan dinamis untuk empat tahun ke depan, sebagai panduan arah pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian agar terencana dan tepat sasaran.
Terbentuk budaya meneliti dan publikasi yang kuat serta penerapannya dalam pengabdian kepada masyarakat guna terbentuknya sinergi antara perkembangan ilmu dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
- Menyelenggarakan koordinasi aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
- Mengembangkan payung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis IPTEKS.
- Menyelenggarakan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen.
- Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap setiap aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
- Mendorong dosen untuk dapat melakukan kerjasama dengan Institusi, instansi Pemerintah, BUMN, dan Swasta baik dalam penelitian maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian yang dikelola oleh LPPM berupa penelitian hibah internal, dan eksternal. Selain itu, penelitian kerjasama dengan institusi lain baik dalam negri dan luar negri
Di tahun 2024, STFI bersama Yayasan Hazanah kembali menghadirkan program riset dengan total pendanaan Rp550.000.000,-. Program utama Academic Leadership Grant (ALG) kini diperluas menjadi lima kelompok riset. Bergabung bersama tiga guru besar sebelumnya— Prof. Dr. apt. Aang Hanafiah (farmakologi), Prof. Dr. apt. Yeyet Cahyati (teknologi farmasi), dan Prof. Dr. apt. Komar Ruslan (biologi farmasi)—dua pemimpin riset baru turut memperkuat formasi: Prof. Dr. apt. Ietje Wientarsih (farmasi veteriner) dan Dr. apt. Achmad Zainuddin (farmakokimia).
Tak hanya itu, berbagai skema lain seperti Riset Kompetensi Dosen, Riset Disertasi Doktor, dan Riset Tenaga Kependidikan juga terus digerakkan untuk membangun ekosistem riset yang berkesinambungan. Penelitian ini tak hanya mendorong kolaborasi dosen dan menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memperkuat dasar ilmiah berbagai produk inovatif yang dikembangkan oleh STFI.
- 2024_Diseminasi laporan akhir
- 2024_Monev part2
- 2024_Monev part1
- 2024_Presentasi monev
- 2024_Presentasi monev2
Tahun 2023 menjadi tonggak penting bagi STFI dan Yayasan Hazanah dalam membangun budaya riset yang kuat dan inklusif. Melalui pendanaan total sebesar Rp550.000.000,-, berbagai skema penelitian diselenggarakan—mulai dari Academic Leadership Grant (ALG), riset kompetensi dosen, riset disertasi doktor, riset percepatan lektor kepala, hingga riset tenaga kependidikan.
Program Academic Leadership Grant menjadi pilar utama, dengan total dana Rp450.000.000,- yang dialokasikan untuk tiga kelompok besar riset di bawah kepemimpinan para guru besar: Prof. Dr. apt. Aang Hanafiah (farmakologi), Prof. Dr. apt. Komar Ruslan (biologi farmasi), dan Prof. Dr. apt. Sukmadjaja Asyarie (teknologi farmasi). Seluruh dosen STFI turut terlibat aktif, menjadikan riset sebagai ruang kolaboratif dan pengembangan kapasitas akademik. Program penelitian ini tidak hanya menguatkan posisi institusi dalam bidang penelitian, tapi juga membawa dampak langsung bagi mahasiswa. Hampir 80% mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya tugas akhir karena berhasil dibiayai melalui skema ini. STFI dan Yayasan Hazanah percaya, riset adalah jalan menuju kemajuan, dan semua pihak berhak untuk mengambil bagian di dalamnya.
| Riset di STFI mencakup riset dasar dan terapan yang bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Kegiatan riset dilaksanakan secara monodisiplin, multidisiplin, interdisiplin, maupun transdisiplin, dengan arah dan tahapan yang jelas sesuai visi, misi, serta strategi institusi. | |
|---|---|
| Enam kebijakan utama dalam riset dan PkM yang didanai oleh Yayasan Hazanah, yaitu: | Program Riset dan PkM STFI ditujukan untuk dosen dengan melibatkan mahasiswa dan tenaga kependidikan, terdiri dari: |
|
Peningkatan Kapasitas (SDM dan Kelembagaan):
Riset Ilmu Dasar (Basic Science):
Riset Terapan/Inovatif:
Penelitian hibah eksternal, sejalan dengan program Pemerintahan, BRIN, maupun instansi yang lain yang memang menawarkan hibah. Penelitian kerjasama dengan institusi lain, merupakan penelitian yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua atau lebih lembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk mencapai tujuan riset yang disepakati. Instansi yang terlibat bisa berupa universitas, lembaga penelitian, rumah sakit, industri farmasi, atau badan pemerintah. Penelitian kerjasama yang telah dilakukan STFI, yaitu Bersama BRIN, Fakultas Farmasi UNPAD. |
Hibah internal pengabdian kepada Masyarakat, merupakan hibah Pengabdian kepada Masyarakat untuk dosen STFI, sebagai hilirisasi atau implementasi dari riset Dosen tersebut.
Pengabdian hibah eksternal, sejalan dengan program Pemerintahan, maupun instansi yang lain yang memang menawarkan hibah.
Pada tahun 2024, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) kembali memberikan dukungan nyata melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat sebesar Rp130.000.000,-. Skema besar pengabdian tahun ini mengangkat tema Pencegahan dan Penanganan Stunting sebagai bentuk kontribusi aktif dalam isu kesehatan nasional. Kegiatan pengabdian tahun 2024 sejalan dengan hibah pengabdian eksternal.
Beberapa kegiatan yang dijalankan merupakan integrasi dari hasil penelitian dosen, serta dilaksanakan bersama mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk project independent.
Dari rangkaian kegiatan ini, dihasilkan luaran berupa produk pengabdian, publikasi pada jurnal nasional terindeks SINTA, Kekayaan Intelektual berupa Hak Cipta, serta sebuah buku. Semoga hasil ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kolaborasi yang berkelanjutan antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) yang telah memberikan dukungan pendanaan hibah Pengabdian kepada Masyarakat sebesar Rp118.000.000,-. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa secara aktif sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kegiatan ini, telah dihasilkan luaran berupa produk pengabdian, publikasi pada jurnal nasional terindeks SINTA, Kekayaan Intelektual berupa Hak Cipta, serta buku referensi. Semoga hasil kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan pendidikan.
- 2023-monev Hibah Pengabdian
- 2023-Bu Asni Pengabdian
- 2023-Buku luaran
- 2023-Produk hasil pengabdian
- 2023-Sukun presentasi
Pada tahun 2023, total insentif yang diberikan mencapai Rp65 juta dan meningkat menjadi Rp87 juta pada tahun 2024, mencerminkan komitmen STFI dalam mendorong budaya riset dan publikasi yang kuat.
Penggantian biaya diberikan untuk publikasi yang telah diterima atau diterbitkan, dengan syarat penulis utama mencantumkan STFI sebagai afiliasi pertama. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata dukungan STFI dalam membangun budaya riset dan publikasi yang berkelanjutan.












