10 Tim STFI Bandung Berhasil Memasuki Tahap Monitoring dan Evaluasi (Monev) PKM 2019

Sherlynda Febriani Aji Kusuma – A 183 039

Program kreativitas mahasiswa rutin diadakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tahun ini kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Bandung kembali turut serta dan berhasil memasuki tahap monitoring dan evaluasi (Monev) yang diadakan di Auditorium IPTEKS Institut Teknologi Bandung dengan 10 tim yang terdiri dari sembilan bidang kelompok penelitian eksakta dan satu kelompok bidang kewirausahaan. Jumlah ini menduduki peringkat ke-2 tim terbanyak setelah ITB dengan 23 tim pada kegiatan ini. Jumlah 10 tim yang lolos juga merupakan peringkat ke 2 se Jawa Barat – Banten (wilayah LLDIKTI 4) untuk perguruan tinggi swasta dibawah UNJANI.

Kegiatan MONEV berlangsung selama tiga hari dimulai pada tanggal 18 hingga 20 juli 2019 dibuka oleh Prof.Ir.Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc., Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB yang pada kesempatan tersebut menyampaikan harapan kedepan, apa saja yang digagas oleh mahasiswa dalam kegiatan ini akan mampu mengembangkan daya kreativitas serta berdampak dalam memajukan Indonesia di berbagai sektor, seperti kesehatan, pembangungan, kesejahteraan dan perekonomian.

Sebagai Reviewer turut hadir membuka acara Monev PKM 2019, yaitu Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST., MT, beliau berpesan kepada seluruh peserta bahwa semua keputusan tetap berada pada Belmawa Risetdikti, agar dapat lolos menuju PIMNAS 2019 yang akan diselenggarakan di kampus Udayana-Bali.

Seluruh tim PKM yang lolos ketahap ini selanjutnya akan disaring dan yang berhak lolos menuju PIMNAS 2019 adalah sebanyak 500 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kegiatan Monev ini menampilkan masing-masing 28 tim pada hari pertama, 27 tim pada hari kedua, dan 9 tim pada hari terakhir, setiap tim diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil selama sepuluh menit, dengan sesi tanya jawab oleh reviewer 10 menit.

Tim dari STFI Bandung berkesempatan memaparkan hasil pada hari Jum’at 19 Juli 2019. Tim pertama yang maju memaparkan hasil diketuai oleh saudari Yasri Aulia dengan produknya yaitu BABO (Bath Bomb) menggunakan ekstrak tanaman Pinus, dan diakhiri pemaparan hasil penelitian Uji Aktivitas Antidemensia ekstrak daun serai oleh saudara Sandy Fakhrizal Ghani.

Point-point penting penilaian yang diutamakan pada Monev ini yaitu, persen ketercapaian target luaran, kelengkapan log-book penelitian, serta data pembelanjaan anggaran.

Penampilan seluruh tim STFI Bandung cukup memuaskan para reviewer, pasalnya seluruh tim telah melampirkan log-book penelitian sebagai bukti kerja, dan draft jurnal penelitian sebagai target luaran, dan ketercapaian target rata-rata melebihi 80%.

STFI Bandung sangat berbangga dengan hal ini, serta berharap kedepannya 10 tim yang lolos ini akan berhasil mencapai PIMNAS 2019, dan dapat menularkan semangat kepada adik-adik tingkat untuk dapat mewujudkan ide serta gagasannya pada Program Kreativitas Mahasiswa selanjutnya demi kemajuan Indonesia.